Hello Katabah!
Orang Indonesia rasanya
jarang memanggil seseorang didahului ya, hai atau wahai. Akan tetapi, orang
Arab tampaknya suka sekali, misal: Ya Ahmad. Ya Zaid, Ya Ustadz, dan lain-lain.
Ya seperti pada ketiga
contoh di atas disebut kata seru (adat nida). Sedangkan kata yang berada
setelah huruf “ya” disebut “Munada”.
Contoh:
Munada Dua Kata Satu
Arti dibaca nashab (fathah):
يَاعَبْدَ اللهِ
(Hai Abdullah)
Munada Satu Kata Nama
Tunggal dibaca rafa’ (dlammah):
يَا زَيْدُ
(Hai Zaid)
Munada isim nakirah yang
ditujukan ke orang tertentu dibaca rafa’:
يَا تِلْمِيْذُ
(Hai siswa)
Munada isim nakirah
TANPA ditujukan ke orang tertentu dibaca nashab:
يَا تِلْمِيْذًا
(Hai siswa)
Munada Yang Kedua
Penyempurna Munada Pertama, maka dibaca nashab:
يَا مَاهِرًا تَفْكِيْرُهُ
(Hai yang cerdas pemikirannya)
Nama-nama Munada di atas
ada istilah Arabnya. InsyaAllah di artikel lain, saya sebutkan satu per satu.
Makanya jangan bosan-bosan untuk berkunjung lagi ya… J
Bitcoin Offers:
Free Bitcoin, Double Bitcoin, Bitcoin Investment, Bitcoin Trading
"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
No comments:
Post a Comment